Segudang Permasalahan Liverpool Musim Ini

Segudang Permasalahan Liverpool Musim Ini

Kekalahan 1-4 dari Manchester City di Anfield merupakan kekalahan ketiga beruntun di Anfield. Liverpool tidak dalam performa yang baik. Usai menang telak 7-0 di kandang Crystal Palace pertengahan Desember lalu, performa The Reds sangat menurun. Dari sembilan laga Premier League yang telah dijalani, Liverpool hanya mampu meraih sembilan poin.

Kekalahan dari anak asuh Pep Guardiola seakan memupuskan harapan Liverpool mempertahankan gelar juara. Mereka terpaut 10 poin dengan Man City yang memiliki satu tabungan pertandingan. Target yang paling memungkinkan adalah mengamankan tiket Liga Champions.

Finis di empat besar pun tidak akan mudah. Leicester, West Ham, Aston Villa, dan Everton masih berpotensi memberikan kejutan. Chelsea mulai bangkit setelah Thomas Tuchel menjadi pelatih. Namun, yang paling penting adalah Jurgen Klopp membereskan beberapa masalah di Liverpool.

Kekalahan dari Man City tidak terlepas dari blunder Alisson yang gagal merespon high pressing Man City dengan baik. Namun ini bukan masalah utama, Alisson tetap kiper kelas dunia. “Tidak apa-apa karena ia (Alisson) sering menyelamatkan kami hingga saya tidak ingat berapa kali. Ia jelas kiper kelas dunia tapi malam ini, beberapa hal tidak berjalan dengan baik,” ujar Klopp, dikutip dari The Athletic.

Klopp harus menyiapkan Ben Davies dan Ozan Kabak untuk bermain sebagai bek tengah. Jordan Henderson dan Fabinho tidak bisa terus-menerus bermain di posisi tersebut. Kualitas mereka sangat dibutuhkan di lini tengah Liverpool.

Meski memiliki agresivitas yang baik, bek tengah tetap bukan posisi natural bagi mereka. Beberapa kali Henderson dan Fabinho terlihat salah posisi ketika bertahan. Terbaru, keduanya tidak mampu menjaga Ilkay Gundogan dengan baik sehingga pemain Jerman tersebut bisa merangsek masuk ke kotak penalti dan mencetak gol.

Joel Matip tidak akan bermain hingga akhir musim, Virgil Van Dijk dan Joe Gomez masih menderita cedera. Davies dan Kabak menjadi harapan besar bagi Liverpool untuk menyelamatkan musim ini.

Efek absennya Van Dijk sangat signifikan. Meski berpostur 193 cm, Van Dijk memiliki kecepatan yang tidak buruk. Kelebihan ini bisa membuat Liverpool lebih nyaman bermain dengan garis pertahanan tinggi. Van Dijk bisa mengantisipasi umpan terobosan lawan ke belakang lini terakhir Liverpool. Pemain asal Belanda itu kerap berposisi sebagai bek tengah bagian kanan, artinya ia satu sisi dengan Trent Alexander-Arnold sebagai bek kanan. Keberadaan Van Dijk membuat Alexander-Arnold bisa lebih bebas overlap.

Mengamati perkembangan Liverpool akan lebih menarik sambil bermain Mobile Premier League (MPL) Fantasy. Sebagai salah satu permainan fantasy sport yang mulai populer beberapa tahun belakangan ini, MPL Fantasy menantang Anda untuk menyusun tim imajiner yang terdiri dari pemain nyata. Poin yang Anda raih berdasarkan performa para pemain di pertandingan sesungguhnya. Karena itu, kemampuan analisis dan pengetahuan Anda akan diuji. Sebagai pemain MPL Fantasy, Anda bisa merasakan keseruan menjadi manajer sepakbola karena memahami permainan dan bisa membaca statistik adalah modal utama dalam bermain MPL Fantasy.


Baca:  Bagaimana Bundesliga Produktif Menghasilkan Bintang Muda?

Fantasy sport ini tidak hanya memperhatikan gol dan asis, tapi juga beberapa statistik lain seperti tembakan tepat sasaran, umpan sukses, dan lainnya. Anda bisa membaca panduan kami dalam bermain MPL Fantasy di sini. Kami akan memberikan rekomendasi pemain Liverpool untuk MPL Fantasy di akhir artikel.

Kembali ke permasalahan Liverpool, fase serangan juga tidak lepas dari masalah. Kontribusi gol dan asis dari Sadio Mane dan Roberto Firmino tidak sebaik musim lalu. Hanya Mohamed Salah yang masih yang masih konsisten menyumbang gol. Karena itu, jika Anda ingin mengisi posisi penyerang pada MPL Fantasy, Salah layak menjadi pilihan utama.

Di lini tengah, meski mengalami penurunan performa, Liverpool tetap mendominasi setiap pertandingan. Mereka memiliki rata-rata penguasaan bola mencapai 60,1%, hanya Manchester City yang memiliki angka penguasaan bola lebih tinggi dari Liverpool. Dominasi permainan ini berbuah jumlah operan yang banyak oleh Liverpool di setiap pertandingannya.

MPL Fantasy memberi 0,5 poin untuk setiap 10 operan yang dilepaskan pemain. Jordan Henderson (89,6 operan per pertandingan), Fabinho (78,9 operan per pertandingan), dan Thiago (75,5 operan per pertandingan) merupakan tiga gelandang Liverpool dengan rataan jumlah operan tertinggi. Ketiga pemain ini juga bisa menjadi opsi pilihan dalam tim MPL Fantasy.

Kehilangan Van Dijk dan Matip juga berpengaruh terhadap serangan Liverpool. Kedua pemain tersebut sangat nyaman dengan bola dan bisa menjadi penggagas awal serangan Liverpool. Namun Liverpool masih memiliki dua bek sayap mereka, Andrew Robertson dan Trent-Alexander Arnold yang juga aktif membantu serangan. Hanya Mane yang memiliki rataan operan kunci per pertandingan lebih baik dari Robertson dan Arnold. Artinya, kedua pemain ini berpeluang besar memberikan asis dan bisa menjadi opsi dalam barisan pertahanan MPL Fantasy Anda.

Liverpool akan menghadapi Leicester (13/2), Everton (21/2), dan Sheffield (1/3) pada tiga pertandingan Premier League selanjutnya. Di sela-sela Premier League, Liverpool akan bertemu RB Leipzig pada Rabu (17/2) dalam ajang Champions League fase 16 besar. Bermain MPL Fantasy akan membuat pertandingan-pertandingan tersebut semakin menarik. Ditambah lagi bermain MPL Fantasy juga akan menguji tingkat pengetahuan kita tentang pemain sepakbola. Jika analisis Anda akurat, Anda bisa meraih poin tinggi dan mendapatkan Berlian Kemenangan yang bisa ditarik menjadi saldo GoPay atau LinkAja dari MPL Fantasy.

Dalam waktu dekat, MPL akan memiliki fitur baru yaitu Tiket Spesial. Fitur ini membuat Anda bisa lebih hemat hingga 50% dalam mengikuti kontes. 20 kontes yang biasanya membutuhkan 100 Berlian, Anda hanya perlu mengeluarkan 50 Berlian dengan Tiket Spesial. Periode pertama Tiket Spesial akan dimulai pada 17-28 Februari. Jangan sampai terlewat!