Ruang Apit, Kunci Real Madrid Eksploitasi Barcelona

Ruang Apit, Kunci Real Madrid Eksploitasi Barcelona

Barcelona mengalahkan Real Madrid 1-3 di Camp Nou. Kekalahan di El Clasico edisi ke-18 membuat pasukan Ronald Koeman hanya mengumpulkan tujuh poin dari lima pertandingan. Madrid mengoleksi 13 poin dari enam pertandingan.

Koeman melakukan beberapa perubahan dengan melakukan formasi 4-4-2. Lionel Messi dan Ansu Fati berada di barisan depan meski sang kapten lebih sering bermain untuk nomor 10. Philippe Coutinho di sayap kiri dan Pedri di sayap kanan. Sedangkan Zinedine Zidane terus menurunkan formasi 4-3-3.

Pada tahap awal, Madrid melakukan serangan konstruktif dari bawah. Seiring penguasaan bola, Madrid melakukan variasi. Barca memiliki pertahanan lini tengah dengan Messi dan Fati yang sering melakukannya bayangan penutup untuk menutup akses ke Casemiro. Toni Kroos membalas dengan turun ke kiri.

VIDEO: Kembali ke Ansu Fati vs Real Madrid di La Masia

Pilihan lainnya adalah melalui sayap. Ferland Mendy sebagai bek kiri sangat melebar dan sering naik. Pada momen di bawah, Mendy terlihat bangkit hingga Vinicius Junior punya ruang. Ini bukan kesalahan Sergino Dest karena bek kanan Barca terlalu jauh dari Vinicius.

Orang Amerika pertama yang bermain di El Clasico waspada bentuk. Kesalahan Barca adalah intensitas mendesak baris pertama rendah. Messi kerap memberi ruang dan waktu kepada Sergio Ramos atau Raphael Varane untuk memilih opsi umpan terbaik.

Dalam fase kemajuan, Madrid mengamati ruang baji (setengah ruang) Barca. Ruang ini terbuka karena beberapa faktor. Gerakan liar Karim Benzema sangat menghambat pertahanan Barca. Para pemain bertahan Barca kerap meninggalkan zona tersebut untuk memberi tekanan pada Benzema, sementara pemain lain tidak mengisi zona yang ditinggalkan.

Dari sisi Barca, poros ganda Sergio Busquets dan Frenkie de Jong tidak memberikan perlindungan hingga baris terakhir. Kesadaran Posisi yang buruk dan posisi yang terlalu tinggi membuat Busquets dan de Jong tidak dapat membentuk garis pertahanan empat orang ketika seorang bek Barca dibujuk.

Ini bisa dilihat dari menit kedua. Messi terlalu jauh dari bola, meninggalkan Coutinho dalam situasi 1v2. De Jong tidak melakukan itu jalan kembali tanpa memberi isyarat kepada Alba untuk menjaga Valverde. Nacho melepaskan umpan silang ke ruang antara Pique dan Jordi Alba. Di titik ini, Pique berhasil menyalip bola namun kelemahan Barca terlihat dari awal.

Empat menit kemudian, Barca mengakui skema tersebut. Benzema mengambil bola di ruang antar garis, menarik Pique keluar dari zona tersebut. Valverde menggunakan ruang itu tanpa penjaga Busquets. Gelandang asal Uruguay itu berhasil membuka keunggulan Madrid.

Tidak ada respons taktis dari Koeman hingga Madrid berulang kali memanfaatkan ruang ini. Pada menit ke-24, Madrid nyaris mencetak gol melalui skema serupa. Dest dipaksa keluar dari zona itu untuk menekan Vinicius. Busquet tidak turun untuk membentuk garis pertahanan empat orang sampai ruang besar tercipta.

<a href = "

Baca:  Link Live Streaming UEFA Nations League Jerman vs Swiss