PSG vs Bayern Muenchen: Ujian Berat bagi Lini Belakang

PSG vs Bayern Muenchen: Ujian Berat bagi Lini Belakang

Paris Saint-Germain memperoleh keunggulan tiga gol setelah menang 2-3 di leg pertama. Bayern Munich setidaknya harus menang 0-2 jika ingin lolos ke semifinal Liga Champions. Jika melihat hasil yang dibutuhkan masing-masing tim, situasi pertandingan seperti di Munich sepertinya akan terulang di laga kedua.

Laga perempat final kedua antara PSG vs Bayern Munich dijadwalkan di Parc des Princes, Rabu (14/4) pagi waktu Indonesia. Meski tampil di kandang sendiri, skuat asuhan Mauricio Pochettino tampaknya harus lebih siap menghadapi kesibukan lebih di sisi pertahanan.

Disiplin lini belakang menjadi kunci kemenangan PSG di Jerman. Kejeniusan Neymar mencetak dua gol PSG dan efektivitas Kylian Mbappe patut diapresiasi. Namun, PSG tidak akan bisa membawa pulang kemenangan jika para pemainnya tidak siap untuk mengharapkan serangan Bayern.

Pada laga pertama kala itu, skuad PSG nyaris saja memblok gencar serangan Bayern. Dead Roten membuat 31 tembakan (12 tepat sasaran) dalam pertandingan tersebut. Putra angkat Hans-Dieter Flick masih mampu menggulirkan bola ke area berbahaya. Dead Roten mengirim 17 tembakan dari dalam kotak penalti. Namun, hanya dua yang mencetak gol.

Marquinhos dan kawan-kawan dengan cepat menutup jarak tembak lawan di Allianz Arena. Mereka memblokir 10 tembakan Bayern dan mencetak 40 kali. PSG bekerja keras mengganggu pergerakan striker lawan, tercatat 114 kali tekan di area pertahanan.

Saat tembakan Bayern melewati bek PSG, Keylor Navas juga jago memblok peluang. Penjaga gawang Kosta Rika memblok 10 dari 12 tembakan ke target yang dihadapinya di leg pertama terakhir.

Tingkat soliditas inilah yang coba disampaikan oleh Presnel Kimpembe dan rekan-rekannya di Paris. Pochettino tahu bahwa Bayern memiliki kekuatan menyerang yang luar biasa dan memenangkan pertandingan tandang bukanlah hal yang mustahil bagi mereka.

"Bagi saya, apa pun bisa terjadi. Bayern adalah tim terbaik di dunia saat ini. Saya sangat menghormati mereka. Tapi, pada saat yang sama, kami yakin dengan kekuatan kami, dan kami tahu bahwa kami harus memikirkannya. memenangkan pertandingan ini, "kata Pochettino.

Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu mengatakan timnya membutuhkan semangat kolektif dan ketangkasan untuk sukses. Pochettino sendiri mengincar kemenangan di Parc des Princes meski timnya sudah unggul secara agregat.

Namun, misi PSG akan sulit dengan absennya kapten dan bek kunci mereka, Marquinhos. Pemain asal Brasil itu mengalami cedera adduktor saat berlaga di Allianz Arena. Sabtu (10/4) kemarin, dia tidak hadir saat PSG bertugas di Strasbourg di Ligue 1.

Baca:  Kiper dan Bek Unggulan FPL PanditFootball: Gameweek 29

Pochettino mengatakan Marquinhos mungkin masih berpartisipasi. Tapi dia sudah pasti belum bisa bertanding sejak awal pertandingan. PSG baru akan memutuskan keikutsertaan pemain pada Selasa (13/4).


Presnel Kimpembe akan menggantikan peran kapten selama Marquinhos absen. Sedangkan untuk bek tengah, Pochettino punya beberapa opsi. Ander Herrera datang menggantikan Marquinhos dalam pertandingan melawan Bayern. Pelatih menempatkan Herrera di posisi gelandang, sedangkan Danilo Pereira ditarik ke pertahanan tengah. Danilo diturunkan sebagai bek saat PSG menghadapi Strasbourg. Les Parisiens Juga masih ada Thilo Kehrer yang bisa bermain sebagai bek tengah.

Sementara itu, Bayern menilai peluang konversi mereka di leg pertama. Putra angkat Hansi Flick ini mampu mendobrak pertahanan musuh dan tidak memiliki masalah dalam membangun serangan. Jika ingin lolos ke semifinal, aspek yang perlu ditingkatkan dari permainan Bayern adalah penyelesaiannya.

"Kami perlu membuat keputusan yang lebih baik di saat-saat kritis. Kami telah melakukan analisis dan saya berharap kami bisa melakukannya, "kata Mueller.

Di sisi lain, Bayern harus memastikan lini pertahanan tinggi mereka tidak rawan. Di laga pertama, Neymar sudah menunjukkan kemampuannya mengirimkan umpan pintar dari jauh. PSG juga memiliki Mbappe yang bergerak cepat dan secara individu sulit dihentikan.

Bayern sendiri akan mengunjungi Paris dengan skuad yang cedera. Niklas Suele, Corentin Tolisso dan Serge Gnabry dipastikan masih absen bersama Robert Lewandowski. Saat pengundian di Union Berlin, Sabtu (10/4) kemarin, badai cedera membuat Flick menjadi empat pemain pertama.

Untungnya, Flick mendapat kabar baik jelang menghadapi PSG. Jerome Boateng dan Kingsley Coman yang ditarik karena cedera melawan Union bisa bergabung dengan Paris. Sementara itu, Lucas Hernandez dan Leon Goretzka juga fit dan dibawa bersama.

Bahkan tanpa Lewandowski dan Gnabry, lini serang Bayern tetap menjadi ujian berat bagi pertahanan PSG. Eric Maxim Choupo-Moting telah membuktikan bahwa dia adalah perwakilan yang dapat diandalkan. Kombinasi Mueller, Coman, dan Sane sangat berbahaya. Ketiganya telah menyumbangkan 28 gol dan 40 assist untuk Bayern di semua kompetisi pada musim 2020/21.

Membalikkan skor agregat di kaki jauh memang sulit. Apalagi, PSG tidak pernah kalah dari klub Jerman di kandang sendiri. Namun, tidak ada yang mustahil bagi tim sekuat Bayern dan mereka akan mengunjungi Paris dengan kepercayaan diri yang tinggi. “Kami tahu ini bukan pekerjaan mudah, tapi kami akan menempatkan semua yang kami miliki di sini,” kata Hansi Flick.