Napoli Bukan Tanpa Perlawanan, Tapi Barcelona Bukan Tandingan

Napoli Bukan Tanpa Perlawanan, Tapi Barcelona Bukan Tandingan

Barcelona menang dengan skor meyakinkan 3-1 melawan Napoli pada Sabtu (9/8) waktu setempat. Gol-gol dari Clement Lenglet, Lionel Messi dan Luis Suarez masing-masing membawa Barca ke perempat final. Sedangkan Napoli hanya mampu mencetak satu gol melalui penalti Lorenzo Insigne.

VIDEO: Gol Liga Champions FC Barcelona

Meski kalah dua gol, Napoli benar-benar berjuang keras untuk Barca. Sepanjang pertandingan, Barca hanya menguasai 52% penguasaan bola, jauh di bawah rata-rata penguasaan bola Barca musim ini sebesar 62%. Napoli melakukan tembakan dua kali lebih banyak dari Barca. Tim Gennaro Gattuso telah mencatat 18 tembakan, sedangkan Barca hanya membuat tujuh.

Quique Setien memasang formasi 4-4-2 berlian. Antoine Griezmann turun ke urutan 10. Lionel Messi di kanan dan Luis Suarez di kiri. Namun pemain Barca bebas bergerak hingga bola dihidupkan ujung ketiga, mereka bermain dengan lancar. Sementara itu, Gattuso terus bermain 4-3-3 dengan trio depan Dries Mertens, Jose Callejon, dan Lorenzo Insigne.

Bermain tidak membuat Napoli takut menyerang. Mereka menerapkan prinsip menyerang dengan baik, yaitu membuka area permainan sebanyak-banyaknya untuk menciptakan ruang. Napoli juga pandai mengubah arah serangan, terutama saat Barca bertahan dengan blok yang rendah.

Peluang Mertens di awal pertandingan lahir dari skema ini. Menggerakkan arah serangan dengan cepat meninggalkan mereka dengan situasi 3v2 di sayap kiri. Setelah memberi makan Piotr Zielinski, Mario Rui bergerak ke tengah untuk meraih Nelson Semedo. Insigne memiliki ruang untuk menggiring bola. Ia lantas melepaskan umpan terobosan ke Mertens meski dibantu Gerard Pique yang gagal menghalau bola.

Trio gabungan lini depan Napoli kerap membahayakan pertahanan Barca. Kecenderungan sayap belakang Barca tumpang tindih manfaatkan Napoli. Insigne dan Callejon tetap ekstensif sampai setengah ruang diserang oleh gelandang Napoli Piotr Zielinski dan Fabian Ruiz. Ketiganya berkontribusi pada tujuh tembakan Napoli.

Penghargaan untuk serangan Napoli tetapi juga apresiasi untuk pertahanan Barca. Dari 18 tendangan Napoli, 10 di antaranya berhasil diblok. Posisi dan ekspektasi bagus dari bek Barca Marc-Andre ter Stegen tak perlu repot-repot melakukan banyak penyelamatan. Secara keseluruhan, hanya tiga yang berhasil mencapai tujuan.

Perbaikan masih perlu dilakukan Barca dari sisi pertahanan. Mereka sering meninggalkan ruang besar di sayap. Hal tersebut benar-benar dimanfaatkan Napoli sehingga mampu melepaskan 18 tembakan. Menghadapi Bayern Munich di fase selanjutnya, Barca harus mengharapkan ruang di sayap. Bayern memiliki sayap belakang dan sayap belakang yang sangat berbahaya jika diberi ruang.

Barca terus melakukannya mendesak tinggi tetapi lebih fleksibel. Saat bolanya menyala sepertiga tengah, Barca cenderung menggunakan garis pertahanan blok rendah. Satu hal yang bisa dimanfaatkan Napoli adalah jarak antar lini. Ketiga gelandang Barca terlalu sejajar untuk menciptakan ruang antar lini. Salah satu penyebabnya adalah absennya Sergio Busquets sebagai gelandang bertahan. Namun absennya penyerang hole dari Napoli berarti ruang tersebut belum maksimal.

Mendesak Tinggi badan Barca terbayar di pertandingan ini. Penalti Suarez berawal dari pelanggaran Kalidou Koulibaly terhadap Messi. Kapten Barca meletakkan kakinya lebih dekat ke bola daripada Koulibaly sehingga ketika Koulibaly hendak mengoper, dia menendang kaki Messi.


Baca:  Bertahan di Area Tinggi dan Rendah Bukan Masalah Untuk PSG

Sama seperti Napoli, Barca juga bermain sangat terbuka. Semedo dan Alba memperluas area bermain. Alba naik cukup tinggi sehingga Suarez bisa menyerang area tengah. Griezmann berperan sebagai penyerang lubang untuk mengisi ruang antar Napoli.

Sudut menuju gol pertama lahir dari situasi ini. Griezmann mampu mengekspos jarak antar lini Napoli hingga bisa menyerahkan bola kepada Alba. Sepakan penuh Spanyol melepaskan tendangan yang berakhir di sepak pojok.

Masalahnya, Griezmann tidak bermain secara konsisten. Griezmann sering menguasai bola dan menunda perkembangan serangan sehingga memberi Napoli waktu untuk menyerang Membentuk kembali. Ini membuat Messi sering turun dan membantu kemajuan dari tengah.

Jika Griezmann bisa bermain bagus sebagai striker hole, Messi tidak perlu bermain banyak. Dia bisa menerima bola di ketinggian sehingga lebih berbahaya. Gol Messi adalah buktinya. Awalnya Messi tidak terlibat dalam serangan Barca di tengah, dia tetap di tempat tinggi. Usai Suarez memindahkan serangan ke kanan, Messi punya ruang untuk menggiring bola meski harus menghadapi tiga pemain Napoli. Ia berhasil menemukan ruang syuting dan akhirnya menggandakan posisi Barca.

Messi adalah pemain luar biasa di setiap fase serangan, baik menyerang maupun menyelesaikan serangan. Tidak dapat disangkal kualitasnya sebagai pemula, penemu dan pencetak gol. Tetapi Barca bisa menjadi lebih berbahaya jika Messi tidak memikul semua tugas ini.

Pertahanan Napoli sebenarnya cukup ketat namun Barca masih mampu membuat kemajuan bagus di babak pertama. Babak kedua pertandingan sangat berbeda. Meski Barca mempertahankan bola, mereka gagal melakukan satu tembakan. Barca hanya bermain di luar bentuk Napoli. Tidak banyak penetrasi

VIDEO: Cuplikan pertandingan FC Barcelona vs Napoli

Para pemain Barca seakan kehilangan motivasi saat skor menjadi 3-1. Penurunan performa di babak kedua harus diperbaiki saat menghadapi Bayern. Melawan juara Bundesliga itu, Barca harus tampil konsisten selama 90 menit meski menang. Barca tidak boleh berpuas diri saat menghadapi Bayern dengan mentalitas dan kualitas yang luar biasa.

*

Barca tidak dominan seperti biasanya dan 18 tembakan Napoli menjadi bukti bahwa Napoli memberikan perlawanan yang baik. Jika jarak antar garis bisa dimanfaatkan lebih banyak dan hasil akhir lebih baik, Napoli bisa jadi kejutan. Pada akhirnya Barca tidak terkalahkan bagi Napoli karena kualitas para pemain yang berbeda. Tiga dari tujuh tendangan Barca membuahkan gol, mereka mampu memanfaatkan berbagai situasi untuk mencetak gol.