Mimpi Buruk Panjang FC Schalke

Mimpi Buruk Panjang FC Schalke

Tampil sebagai pembuka acara besar bukanlah hal yang mudah bagi semua orang. Tidak semua orang bisa mengatasi stres psikologis. Hal tersebut mungkin terjadi pada Schalke di laga pembuka Bundesliga musim 2020/21 melawan Bayern Munich, di mana mereka terlihat kocar-kacir dan kalah delapan gol tanpa balas. Persaingan yang sangat ditunggu-tunggu bahkan menjadi mimpi buruk bagi putra angkat David Wagner.

Bermain di Allianz Arena tanpa penonton, Amine Harit dkk sebenarnya tampil cukup menjanjikan di tiga menit pertama. Tapi setelah itu, Bayern bersama pers tinggidia muncul trengginas. Serge Gnabry mencetak tiga dari delapan gol melawan Ralf Fahrmann, sedangkan lima lainnya dicetak oleh Lewandowski, Goretzka, Mueller, Sane, dan Jamal Musiala. Gol penutup dicetak oleh Musiala, pemain berusia 17 tahun, rupanya lucunya Pria yang mana-pelatuk kami tertawa menyaksikan aksi komik Schalke selama 90 menit.

Sorotan FC Bayern 8-0 Schalke 04

Kekalahan ini tentu membuat malu Schalke dan para penggemarnya. Dari segi permainan, David Wagner sepertinya tidak menunjukkan perubahan yang berarti bagi timnya. Amine Harit dkk belum pernah menang di Bundesliga sejak pergantian tahun 2020. Tim Selesai di peringkat 14 musim lalu hanya mampu meraih 6 kali seri dan 11 kekalahan.

Namun, pelanggaran itu tidak sepenuhnya menimpa David Wagner. Kekalahan 8-0 ini hanyalah puncak gunung es bagi klub asal Gelsenkirchen. Ada masalah yang jauh lebih besar yang mereka hadapi, yaitu krisis keuangan.

Ya, sekarang Schalke sedang mengalami krisis finansial. Sebagaimana dilaporkan DW, mereka berhutang sekitar 200 juta euro. Terkait hal tersebut, Jochen Schneider selaku direktur olahraga di Schalke menegaskan bahwa timnya tidak akan menghabiskan banyak uang untuk selamanya.

Inilah yang membuat mengganti David Wagner dengan pelatih baru bukanlah tugas yang mudah. Pemecatan Wagner mirip dengan memberikan trainee kepada trainee, yang masih terikat kontrak hingga 2022, dan kemudian menuangkan lebih banyak uang untuk membayar trainee baru yang mungkin juga membutuhkan penyesuaian.

Krisis keuangan memburuk setelah wabah Covid-19. Liga yang terhenti dan penonton yang tidak diizinkan hadir di stadion membuat Schalke semakin buruk. Pasalnya, Schalke merupakan satu dari lima klub Bundesliga yang hanya mengandalkan operasional klub – seperti penjualan tiket, hak siar, bonus dari kompetisi Eropa, dan penjualan pemain – sebagai sumber pendapatan.

Baca:  Arsenal Bangun Serangan Dengan Baik, Liverpool Gagal Manfaatkan Peluang

Selain itu, situasi ini juga membuat Die Knappen tidak bisa membeli pemain tanpa menjual terlebih dahulu. Hal tersebut terlihat dari kepindahan Schalke musim ini. Menurut situs web Transfermarkt, sejauh ini mereka hanya mampu menghasilkan 4,5 juta euro dari biaya pinjaman Weston McKennie ke Juventus. Alexander Nubel dan Daniel Caligiuri dibebaskan secara gratis.

Pinjaman McKennie sendiri tampaknya agak konyol. Ketika klub membutuhkan investasi, mereka bahkan melepas pemainnya dengan status pinjaman. Meski di saat yang sama, beberapa klub lain dikabarkan tertarik membelinya. Meski begitu, menurut Matlamat.com Pinjaman McKennie memiliki klausul yang mengharuskan Juventus untuk menebus gelandang AS tersebut.


Juve harus membayar Schalke sebesar 18,5 juta euro jika dia telah memainkan 60% dari permainan Juve musim ini. Jika Anda menghitung 44 level liga dan grup Liga Champions, itu berarti dia harus bermain setidaknya 26 kali. Saya tidak tahu apakah dia akan mendapatkan angka itu, karena Juve masih memiliki 5 pemain lain di lini tengah.

Sedangkan dari uang McKennie, Schalke telah menghabiskan 2,5 juta euro untuk meminjam Goncalo Paciencia dari Eintracht Frankfurt. Sebelumnya mereka juga mendatangkan striker kawakan Vedad Ibisevic secara gratis. Transfer penyerang berusia 36 tahun itu lebih irit karena rela tidak menerima gaji dan hanya dibayar bonus per laga.

Jika kita mengingatnya kembali beberapa tahun, krisis Schalke tidak terlepas dari keputusan buruk yang diambil klub dalam dekade terakhir. Sejak musim 2011/12, Schalke telah berganti pelatih delapan kali dan tidak pernah bertahan selama dua musim penuh.

Kelemahan manajemen Schalke juga terlihat dari banyaknya pemain bintang yang dilepas secara gratis sejak musim 2016/17. Saat itu, Schalke telah kehilangan Joel Matip, Sead Kolasinac, Choupo Moting, Max Meyer, Leon Goretzka dan yang terbaru Alex Nubel. Bayangkan jika Schalke setidaknya mendapat uang dari para pemain tersebut.

Pepatah "apa yang Anda tabur, Anda tuai" sangat tepat untuk menggambarkan situasi Schalke saat ini, dan harus menjadi pelajaran bagi siapa pun, terutama bagi diri mereka sendiri. Namun, musim 2020/21 baru saja dimulai dan masih ada waktu bagi tim Royal Blues untuk bangun dari mimpi buruk yang panjang ini.

Streaming langsung semua pertandingan Bundesliga 2020/21

* penulis juga 1 dari 3 pengelola podcast @spieltagindo