Man United vs Liverpool: Juergen Klopp Selalu Kesulitan di Old Trafford

Man United vs Liverpool: Juergen Klopp Selalu Kesulitan di Old Trafford

Musim lalu, Liverpool menjuarai Premier League dengan keunggulan 33 poin atas Manchester United di peringkat tiga. Kini, saat liga tinggal menyisakan lima pekan, The Reds tertinggal 13 poin dari anak asuh Ole Gunnar Solskjaer.

United sendiri berstatus runner-up sementara dan terlihat jelas akan berlaga di Liga Champions musim depan. Sedangkan Liverpool memiliki peluang yang amat tipis untuk finis di empat besar. Mereka terpaut enam poin dari Chlesea yang bermain lebih dulu pada Sabtu (1/5/2021). Anak asuh Thomas Tuchel berhasil mengalahkan Fulham.

Pertandingan Manchester United vs Liverpool pun amat krusial bagi perebutan empat besar. Tim tamu wajib menang untuk menjaga persaingan dengan The Blues. Sedangkan MU minimal harus meraih hasil seri atau menang jika tak ingin rival sekota, Manchester City meraih gelar juara pada pekan ini.

United sendiri memiliki segala alasan untuk percaya diri jelang menjamu The Reds. Di tabel klasemen, mereka unggul jauh. Tengah pekan lalu, Paul Pogba dkk juga tampil impresif di semifinal Europa League. Mereka melibas AS Roma dengan skor telak 6-2.

Sementara itu, Liverpool kembali gagal meraih hasil maksimal di gameweek 33 Premier League. Gol Joe Willock pada injury time memaksa mereka berbagi angka dengan Newcastle United. Sebelumnya, Mohamed Salah dkk pun gagal mengamankan tripoin saat ditahan imbang Leeds United.

Di era Juergen Klopp, Liverpool tercatat belum pernah mengalahkan Man United di Old Trafford. Klopp telah enam kali membawa skuadnya melawat ke Teater Mimpi-mimpi. Dari enam pertemuan itu, ia dua kali menelan kekalahan dan empat kali ditahan imbang.

Markas Manchester Merah adalah momok tersendiri bagi pelatih asal Jerman tersebut. Sepanjang karier kepelatihan Klopp, tak ada klub lain yang lebih menyulitkannya di partai tandang dibanding Man United di Old Trafford.

Permainan solid MU selalu membuat anak asuh Klopp frustrasi. Kecuali saat putaran keempat Piala FA lalu, Liverpool selalu agresif, cenderung dominan, dan menorehkan tembakan lebih banyak dibanding tuan rumah. Namun, selalu gagal mengamankan tiga angka.

Liverpool Sedang Hadapi Problem Konversi Peluang

Dari lima pertandingan terkini, Liverpool “hanya” berhasil membuat lima gol dari nilai harapan gol (xG) mencapai 9,2. Statistik tersebut mengindikasikan masalah serius dalam hal konversi peluang The Reds.

Sepanjang musim ini, daya konversi peluang Liverpool cenderung menurun. Di Premier League 2020/21, mereka mencetak 55 gol dari 60,8 XG, enam gol lebih sedikit dari yang diharapkan. Musim lalu, mereka rata-rata mencetak 2,18 gol per pertandingan. Angka ini menurun jadi 1,58 per pertandingan pada musim ini.

Baca:  Cetak Gol ke Gawang Manchester City, Penantian Panjang Rodrigo Moreno Berakhir

Dalam hal kreasi peluang, Liverpool sejatinya tak memiliki masalah. Mereka masih rutin menggulirkan bola ke area berbahaya dan masih bisa mencari ruang tembak. Mereka bisa membuat peluang tetapi cenderung gagal menyelesaikannya.


Musim ini, Liverpool pun terlalu bergantung kepada Mohamed Salah untuk urusan mencetak gol. Penyerang asal Mesir itu mencetak 36% gol The Reds di Premier League 2020/21.

Ketergantungan terhadap Salah adalah anomali. Eks pemain Chelsea ini memang merupakan top skor Liverpool tiga musim belakangan. Namun, proporsi gol Salah dengan pemain lain tidaklah terlalu kontras.

Musim lalu, ia hanya mencetak satu gol lebih banyak dibanding Sadio Mane (18). False nine Liverpool, Roberto Firmino juga mampu menyumbang gol (9). Sedangkan para gelandang, Georginio Wijnaldum, Jordan Henderson, serta Alex-Oxlade Chamberlain masing-masing mencetak empat gol. Virgil van Dijk pun menjadi ancaman berbahaya lewat bola mati dan mencetak lima gol.

Pada 2020/21, jarak torehan gol Salah dengan top skor kedua klub amatlah jauh. Ia telah mencetak 20 gol sejauh ini. Sedangkan top skor kedua, Mane dan Diogo Jota, masing-masing mencetak delapan gol.

Jota mencetak sedikit gol karena cedera panjang. Sedangkan Mane, kemampuan penyelesaiannya menurun drastis pada musim ini.

Mane masih mampu tampil eksplosif dan merepotkan bek lawan. Namun, entah bagaimana, keputusannya di depan gawang cenderung keliru dan tak berbuah gol. Ia hanya mencetak satu gol dalam 11 pertandingan EPL terkini.

Tandem Salah yang lain, Roberto Firmino juga kurang klinis di depan gawang. Firmino memang bukanlah goal-getter, tetapi, melihat peluang yang didapatkannya, Klopp patut mengharap lebih. Pemain asal Brasil itu baru mencetak enam gol dari total nilai peluang 11,3 xG.

Jika melihat performa lini serang Liverpool, Man United kemungkinan besar bisa meraih tripoin di Old Trafford. Salah memang tampil berbahaya dan mencetak brace saat kedua tim bertemu di Piala FA. Namun, kombinasi Fred, Harry Maguire, dan Luke Shaw berpengalaman menghadapinya dan cenderung bisa menetralkan Salah.

Meskipun demikian, Liverpool diprediksi akan kembali tampil agresif di Old Trafford. Untuk menutup musim yang mengecewakan, mereka ingin menyapu bersih lima laga tersisa, kendatipun itu belum tentu membawa mereka ke Liga Champions.

“Lima kemenangan tidaklah cukup [untuk lolos ke UCL]. Itu tergantung bagaimana hasil tim lain, tentu saja. Tetapi, tanpa lima kemenangan kami sama sekali tidak punya kesempatan,” kata Klopp dalam konferensi pers pralaga.