Man United vs AC Milan: 2 Setan yang Lama Tak Bersua

Man United vs AC Milan: 2 Setan yang Lama Tak Bersua

Manchester United akhirnya kembali menghadapi AC Milan di kompetisi UEFA. Dua tim yang sama-sama berjuluk Setan Merah ini akan bertanding di Old Trafford terlebih dulu, Jumat (12/3/2021) waktu Indonesia. Man United vs Milan adalah duel klub bersejarah yang menjadi salah satu pertandingan paling dinanti di Europa League 2020/21.

Sedekade belakangan, United dan Milan tak pernah bertanding di ajang kompetitif. Mereka terakhir bersua di 16 Besar Liga Champions 2009/10. Waktu itu, United masih dilatih Sir Alex Ferguson dan dibela Paul Scholes, Wayne Rooney, serta Park Ji-Sung. Sedangkan Rossoneri masih diperkuat David Beckham, Filippo Inzaghi, hingga Clarence Seedorf. Anak asuh Sir Alex memenangi laga itu dengan agregat 7-2.

Rekor head-to-head United vs Milan sendiri imbang. Dari 10 pertemuan kompetitif, masing-masing tim memperoleh lima kemenangan. Kesepuluh laga United vs Milan terjadi di Liga Champions, salah satunya semifinal 2006/07 silam. Waktu itu, Milan asuhan Carlo Ancelotti mengalahkan United dengan agregat 5-3. Milan lantas juara UCL, membalaskan kekalahan Istanbul 2005 lawan Liverpool di final.

United dan Milan adalah dua klub raksasa yang beberapa musim belakangan hilang pegangan di puncak liga domestik. Kedua tim sedang berupaya bangkit. United di bawah Ole Gunnar Solskjaer dan Milan di bawah Stefano Pioli. Kiprah mereka di UEL pun menarik disimak sebelum kembali jadi elite Liga Champions.

“Ini bukanlah final kepagian, lebih ke suatu laga prestisius di antara dua klub bersejarah. Pertandingan ini perlu dimainkan dengan pendirian dan rasa hormat,” ucap Pioli sebelum pertandingan.

Selain aspek kesejarahan mereka, United dan Milan sendiri komparatif dari banyak segi. Di liga domestik, mereka saat ini menempati pos runner-up sementara, tertinggal dari rival sekota (Manchester City dan Inter Milan) yang difavoritkan meraih gelar.

Selain itu, duo Setan Merah juga sama-sama sering mendapat penalti. Milan sejauh ini telah mendapat 20 penalti pada 2020/21, 16 di antaranya di ajang liga. Rekor penalti Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan jauh mengungguli para pesaingnya di Serie A. Sassuolo, tim yang paling sering mendapat penalti setelah Milan, mendapat delapan penalti sejauh ini, setengah dari jumlah yang didapat Il Diavolo Rosso.

Sementara Man United mendapatkan 14 penalti sepanjang musim ini. Sembilan dari total penalti United dihadiahkan di Premier League. Mereka menjadi tim kedua (bersama Chelsea) yang paling banyak mendapat penalti di Liga Inggris. Leicester City mendapat hadiah penalti terbanyak, 10 kali.

Baca:  Jalan Panjang Angel Di Maria Menjadi Legenda PSG

Rekor tersebut menunjukkan bahwa kedua tim pandai menciptakan situasi kacau di kotak terlarang lawan. Para penyerang pandai memanfaatkan situasi untuk memaksa bek lawan membuat kesalahan, entah melakukan pelanggaran atau handsball.

Ditinjau dari segi taktikal, dua tim ini pun memiliki sejumlah elemen yang mirip. Baik Solskjaer maupun Pioli sama-sama memfavoritkan sistem 4-2-3-1. United dan Milan pun memiliki kecakapan serangan balik yang diandalkan untuk memenangi pertandingan.


Bedanya, Milan cenderung melandaskan sistemnya kepada permainan posisional yang disokong double pivot suportif. Poin serangan Milan berkisar pada no. 10 (Hakan Calhanoglu) yang aktif bergerak dan menjembatani sekuens ofensif. Calhanoglu adalah kreator serangan utama Rossoneri, melampaui rekan-rekannya dalam metrik kreasi peluang seperti asis (8), umpan kunci (3,76 per pertandingan), dan keterlibatan aksi berujung tembakan (6,28 per pertandingan).

Per Whoscored, area serangan Milan pun terlihat beragam. Anak asuh Pioli mengandalkan baik area tengah, kiri, maupun kanan untuk menginisiasi serangan. Sebanyak 70% serangan Milan diinisiasi dari sayap kanan dan kiri, sedangkan 30% dilancarkan via jalur tengah.

Sementara itu, Manchester United lebih menitikberatkan sayap kiri untuk menyerang. Sebanyak 43% serangan United berlangsung dari sayap kiri. Solskjaer mengandalkan Luke Shaw, Marcus Rashford, hingga Bruno Fernandes yang aktif bergerak ke kedua sayap dari lini tersebut.

Akan tetapi, United mendapat kabar buruk jelang menghadapi Milan. Solskjaer menyebut Shaw dan Rashford diragukan tampil. David de Gea, Paul Pogba, Donny van de Beek, serta Juan Mata pun tidak akan tampil dalam laga ini.

Milan sendiri didera krisis cedera yang lebih serius. Dua andalan Pioli di lini serang, Calhanoglu dan Zlatan Ibrahimovic berhalangan tampil. Pemain kunci lain seperti Theo Hernandez, Ismail Bennacer, serta Ante Rebic juga belum pulih dan tak dibawa ke Old Trafford.

Alhasil, Milan mengandalkan penggawa muda seperti Rafael Leao dan Alexis Saelemaekers untuk membongkar pertahanan United. Dua pemain muda ini kemungkinan akan ditemani Rade Krunic dan Samu Castillejo di lini serang.

Cukup adil untuk mengatakan bahwa United lebih diuntungkan situasi jelang leg pertama. Skuad besutan Solskjaer sendiri berbekal kepercayaand diri tinggi usai membungkam Manchester City, 7 Maret silam. Kemenangan di Derbi Manchester itu menghentikan laju 21 kemenangan beruntun City di semua kompetisi.