Liverpool vs Chelsea 2018/19: Pembuktian Mohamed Salah

Liverpool vs Chelsea 2018/19: Pembuktian Mohamed Salah

Tuan rumah yang memadati Anfield Stadium, Minggu (14/4/2019) bergemuruh saat wasit Michael Oliver meniup peluit bola di awal laga Liverpool vs Chelsea. Suasana pertarungan begitu seru. The Reds butuh kemenangan untuk mempertahankan gelar juara. Sementara itu, The Blues juga membutuhkan tiga poin untuk mengamankan satu tempat di zona Liga Champions.

Pertandingan panas tidak hanya terjadi di lapangan. Dua hari menjelang laga, bintang Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari suporter Chelsea.

Sebagaimana dilaporkan Penjaga, Tiga pendukung Chelsea dilaporkan menghina Mohamed Salah dengan menyebutnya sebagai "bomber" sebelum perempat final Liga Europa antara Slavia Praha dan Chelsea. Lemparan itu direkam dalam video berdurasi 19 detik dan menjadi viral di media sosial.

Tak butuh waktu lama, Chelsea, bekerja sama dengan staf keamanan lawan, berhasil menangkap para pelaku. Insiden tersebut pun membuat Chelsea menjelaskan dan mengutuk tindakan para pendukungnya.

"Chelsea menganggap segala bentuk perilaku diskriminatif menjijikkan. Jika aktor adalah pemegang tiket untuk musim kami, klub akan mengambil tindakan tegas, "tulis pernyataan Chelsea.

Di sisi lain, Liverpool menilai apa yang dilakukan suporter Chelsea sangat mengganggu dan membahayakan kelangsungan dunia olahraga. Perilaku seperti itu, tulis pernyataan Liverpool, adalah kefanatikan yang memalukan.

"Tidak ada tempat untuk perilaku ini dalam sepak bola, tidak ada tempat untuk itu di masyarakat. Kejahatan seperti ini lebih merupakan korban daripada target individu, dan oleh karena itu diperlukan tindakan kolektif untuk mengatasinya," demikian pernyataan dari Liverpool.

Perayaan yang Salah dan Berarti

Menjelang akhir pertandingan, tepatnya di pekan ke-34 Liga Inggris 2018/19, sisa pertandingan menjadi sangat menentukan, termasuk laga Liverpool vs Chelsea. Jelang laga, skuad Jurgen Klopp terus berlari posisi teratas dengan 82 poin, unggul dua poin dari Man City di tempat kedua dengan satu pertandingan tersisa.

Di sisi lain, Chelsea yang saat itu berada di urutan ketiga (66 poin) harus berebut satu tiket Liga Champions. Apalagi, tiga tim yang bersaing, yakni Tottenham Hotspur (64 poin), Arsenal (63 poin), dan Man United (61 poin) masih berpeluang menggantikan The Blues.

Jurgen Klopp menempatkan formasi andalan 4-3-3 dengan trio penyerang yang diisi Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah sejak awal. Selain itu, tim tamu Maurizio Sarri menjalankan skema serupa. Jorginho dan N & # 39; Golo Kante dipasang bersama di lini tengah untuk memblok serangan tuan rumah sebelum masuk ke pertahanan.

Tautan untuk siaran Pertandingan Spesial Liverpool vs Chelsea 2018/19

Baca:  Timnas U-19 vs Makedonia Utara U-19: Menguji Kedalaman Skuad Garuda Muda


Di 45 menit pertama, pertandingan berjalan ketat meski penguasaan dan pengiriman sukses, Jordan Henderson dan rekan satu timnya mendominasi. Namun, dalam hal tembakan akurat, Liverpool dan Chelsea telah melakukan semuanya melalui Salah dan Hazard.

Di babak kedua, tepatnya menit ke-51, Sadio Mane membuat pendukung The Reds melompat. Diawali dengan touchdown one-on-one Salah dengan Firmino di sisi kanan bek Chelsea Jordan Henderson tampil dan berhasil memperdaya Jorginho.

Umpan silang sang kapten yang dikirim ke kotak penalti disambut Mane lewat sundulan yang gagal ditunggu Kepa Arrizabalaga, menjadikan skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Usai gol ini, motivasi Liverpool semakin meningkat. Mohamed Salah seolah membuktikan bahwa kejadian yang diterimanya sebelum pertandingan tidak memengaruhi penampilannya di lapangan. Buktinya, hanya berselang dua menit dari gol pertama, Salah membuat Liverpool unggul dua gol setelah tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masuk ke gawang Chelsea.

Alih-alih melampiaskan emosinya saat selebrasi, eks striker AS Roma itu justru menunjukkan selebrasi gol yang tidak biasa. Berlari ke ujung lapangan, dia menyapa namaste sambil mengangkat satu kaki.

"Saya lakukan [olahraga] yoga dan [selebrasi] itu baru saja terlintas di benak saya, " ucap Salah saat ditanya tentang selebrasi gol ke gawang Chelsea.

“Saya tidak memikirkannya, saya hanya merasakannya. Biasanya saya menendang bola dengan bagian dalam kaki saya. Namun, kali ini saya memutuskan, karena dari jarak jauh, menendangnya dengan kekuatan penuh. Untung saja bola masuk ke gawang seperti itu,” imbuhnya.

Skor 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan. Usai pertandingan, aksi dan selebrasi Salah mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Ada yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Salah menunjukkan bahwa striker Liverpool itu semakin matang dalam menghadapi tekanan.

Tautan siaran Pertandingan Spesial Liverpool vs Chelsea 2018/19