Datang dari Lini Kedua ala Luis Alberto

Datang dari Lini Kedua ala Luis Alberto

Lazio keluar sebagai pemenang pada Derby della Capitale yang berlangsung Jum’at (15/1) waktu setempat. Satu gol Ciro Immobile dan dua gol Luis Alberto sukses mengantarkan Lazio menghajar AS Roma tiga gol tanpa balas.

Bagi Alberto, dua gol ke gawang Pau Lopez menggenapkan torehan gol musim ini menjadi enam gol. Catatan ini terbilang impresif melihat posisi Alberto sebagai gelandang tengah. Ia mampu mencetak enam gol dalam 16 penampilan di Serie A.

Di antara para gelandang, total enam gol Alberto menyamai Franck Kessie dan kalah satu gol dari Jordan Veretout. Namun kedua pemain tersebut diuntungkan karena merupakan algojo penalti. Jika melihat jumlah gol dari open play, Alberto menjadi gelandang paling produktif di Serie A.

Alberto kerap dipasang sebagai gelandang tengah oleh Simone Inzaghi pada formasi 3-5-2. Ia dan Sergej Milinkovic-Savic sebagai gelandang diberi kebebasan untuk bergerak. Lucas Leiva sebagai gelandang bertahan menjaga keseimbangan. Hal ini membuat Alberto bisa naik membantu serangan.

Pada kemenangan menghadapi Roma, Manuel Lazzari sebagai bek sayap kanan memiliki peran vital. Kecepatan yang ia miliki sangat menyulitkan lini pertahanan Roma. Ketika Lazzari memiliki ruang untuk umpan silang, Alberto naik untuk memberikan opsi selain dua striker Lazio.

Gol kedua Lazio dicetak melalui situasi ini. Lazzari memenangkan balap lari melawan Ibanez. Ketika bek Roma fokus ke Felipe Caicedo dan Immobile, Alberto naik dari lini kedua untuk memberi opsi cut back cross, memanfaatkan ruang di depan lini pertahanan Roma karena gelandang Roma tidak turun. Pemain asal Spanyol ini sukses mencetak gol.

Gol menghadapi Parma pada pekan ke-17 juga tercipta dari skema serupa. Setelah merebut bola di daerah lawan, Lazio melancarkan transisi cepat. Alberto kembali memanfaatkan gelandang lawan yang terlanjur berada di posisi yang tinggi.

Timing berlari Alberto juga sangat tepat. Ia mengatur kecepatannya sembari melakukan shoulder check untuk mengetahui keberadaan lawan. Setelah tahu tidak ada lawan di sekitarnya, pemain 28 tahun ini memposisikan diri di ujung kotak penalti agar tidak terkawal. Umpan silang Lazzari sukses dimaksimalkan menjadi gol.


Baca:  Pemain Spekulatif FPL PanditFootball: Gameweek 29

Teknik yang baik membuat Alberto bisa berbahaya meski cukup jauh dari gawang. Terlihat dari shot map Alberto musim ini, ia sering melepaskan tembakan jarak jauh, setidaknya di belakang titik penalti. Gol Alberto (lingkaran berwarna hijau) juga dicetak dari posisi yang tidak mudah.

Eks pemain Liverpool ini pintar dalam mencari ruang tembak. Ia secara konstan melakukan shoulder check supaya tahu ruang di mana yang harus ia eksploitasi. Salah satu contohnya adalah gol melawan Napoli pada Desember silam.

Sama seperti gol kontra Parma, serangan berawal dari recover bola di area lawan. Alberto dengan sigap langsung naik membantu lini depan. Ia memanfaatkan shape Napoli yang belum rapi pada fase transisi. Jarak antara bek tengah dan bek kanan terlihat sangat lebar. Lazio melakukan skema third man run lewat Immobile dengan Alberto sebagai orang ketiga.

Pergerakan Alberto dari lini kedua memiliki kontribusi besar bagi lini serang Lazio. Dengan Immobile dan Caicedo sebagai striker, mereka memiliki ancaman lain dalam diri Alberto. Kecepatan Lazzari di sisi kanan juga berguna untuk mengirimkan umpan silang dari sayap.

Alberto bisa naik tanpa perlu khawatir terkena serangan balik. Leiva sebagai gelandang bertahan berfungsi memotong serangan balik lawan. Alberto dan Milinkovic-Savic saling melengkapi. Alberto lebih baik dari Milinkovic-Savic soal produktivitas gol, enam berbanding tiga. Namun Alberto (1) kalah dari Milinkovic-Savic (7) perihal catatan asis.

Usai kemenangan lawan rival sekota, Lazio masih bertengger di posisi tujuh, mengoleksi 31 poin dari 18 pertandingan. Performa anak asuh Inzaghi kurang konsisten, tapi akhir-akhir ini mereka mampu meraih hasil positif. Lazio memenangkan tiga pertandingan Serie A terakhir dengan Alberto memiliki kontribusi besar dengan tiga gol.