Badai Filomena dan Dampak Buruk bagi La Liga

Badai Filomena dan Dampak Buruk bagi La Liga

Spanyol sedang mengalami cuaca yang sangat buruk. Topan Filomena melanda beberapa wilayah di Spanyol. Berdasarkan AEMET (Badan Estatal Meteorologi) atau BMKG Spanyol, badai ini merupakan badai terparah dalam 50 tahun terakhir. 61 cm salju menutupi kota Madrid.

Badai salju bahkan menewaskan empat orang. Dikutip dari Menjaga, José Luis Ábalos selaku Menteri Komunikasi Spanyol mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan rumah. "Situasinya sangat serius. Saya mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah dan mematuhi peraturan pemerintah. Saat badai mereda, kita akan menghadapi cuaca dingin yang parah," kata Ábalos.

Bandara Madrid Barajas ditutup sementara, dan jalan juga tertutup salju. Selain memengaruhi transportasi, tentunya cuaca ekstrem ini memengaruhi sepak bola.

Pertandingan antara Atletico Madrid dan Athletic Bilbao pada 9 Januari telah ditunda. Pesawat yang membawa para pemain dan staf Bilbao berangkat ke Madrid setelah satu jam tertunda karena cuaca buruk. Setelah terbang mendekati Madrid dan 30 menit menunggu kepastian mendarat, sang kapten akhirnya memutuskan kembali ke Bilbao.

Belum lama ini, laga Atletico melawan Sevilla di Stadion Wanda Metropolitano terus berlanjut meski suhu mencapai -7 derajat Celcius. Klub Atletico sedang mengembangkan teknologi khusus untuk menghilangkan salju di rerumputan hijau. Membersihkan lapangan sepak bola besar dari salju tebal bukanlah tugas yang mudah.

Ada 11 lampu bertenaga tinggi yang dipasang beberapa meter di atas rerumputan. Permukaan pertanian dipanaskan hingga suhu 30 derajat Celcius. Sisa salju dibersihkan oleh lebih dari 30 relawan. Pertandingan pun akhirnya berjalan mulus. Atletico memenangkan pertandingan 2-0.

Tampilan unik terlihat di pertandingan. Joao Felix dan beberapa saran Atletico lainnya tidak ada di bangku cadangan. Mereka mengenakan jaket tebal dan sarung tangan di jok saat mengayuh sepeda statis dan mendekati suhu pemanasan.

Bagi Diego Simeone, cuaca bukanlah halangan untuk pertandingan sepak bola. "Saat Anda bermain, itu hanya sepak bola, tidak ada matahari, angin, hujan, atau salju. Saat bola bergulir, itulah sepak bola. Saat Anda bermain sepak bola, Anda melupakan segalanya, ”kata Simeone dalam wawancara setelah pertandingan.


Atletico bermain dengan blok-blok rendah dan fokus menutup ruang, bukan menekan bola. Taktik ini cukup menantang dalam kondisi cuaca dingin. Pemain tidak banyak bergerak sampai suhu tubuh bisa turun. Meski begitu, pemain Atletico masih bisa fokus menata pertahanan dan mencetak gol tanpa gol ke gawang Sevilla.

Saingan Atletico Real Madrid mengunjungi Stadion El Sadar, markas Osasuna di Pamplona. Cuaca buruk menunda keberangkatan Real Madrid hingga empat jam. Kompetisi yang digelar pada 9 Januari itu masih berlangsung. Tidak ada gol yang tercipta, kedua tim kesulitan menciptakan peluang. Sebanyak tiga tembakan akurat dilakukan kedua tim.

Zinedine Zidane mengungkapkan kekesalannya dalam wawancara pasca pertandingan. "Ini bukan pertandingan sepak bola dan harus ditunda. Saya akan protes pada pertandingan berikutnya jika (cuaca) tidak bagus," kata Zidane.

Bersaing dalam cuaca buruk jelas tidak mudah. "Dalam cuaca dingin atau panas, tubuh selalu melakukan homeostasis," kata Brendon McDermott, seorang profesor di Universitas Arkansas. Homeostasis sendiri merupakan proses dan mekanisme otomatis yang dilakukan makhluk hidup untuk menjaga kestabilan agar tubuhnya dapat berfungsi secara normal, sekalipun terjadi perubahan lingkungan di dalam maupun di luar tubuh. Dalam hal ini kondisi yang harus dijaga adalah suhu tubuh.

Suhu yang dingin membuat tubuh harus bekerja ekstra untuk menjaga suhu normal tubuh manusia, yaitu sekitar 37 derajat Celcius. "Tubuh membutuhkan energi ekstra karena tubuh menjaga suhu normal dan pada saat yang sama harus memasok energi untuk berolahraga," kata James Carter, direktur Gatorade Institute of Sports Science.

Otot juga mengalami suhu dingin. Otot dingin membuat gerakan menjadi tidak efektif. "Otot Anda menjadi sangat kaku sehingga menjadi tidak fleksibel dan membuat Anda tidak dapat bergerak dengan cepat," kata Jonathan Finnoff, direktur medis Mayo Clinic Sports Medicine. Saraf yang mengirimkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh juga melambat pada suhu dingin, yang berarti laju respons juga melambat.

Ada beberapa cara untuk mengatasi cuaca dingin. Saat babak pertama usai, pemain tetap harus bergerak aktif agar otot tidak terlalu dingin. Bagi pemain cadangan, aktivitas fisik seperti Felix bisa diterapkan. Beberapa di antaranya melengkapi teknologi pemanas celana, jaket, dan bangku.

Cuaca buruk bukanlah hal yang mudah bagi para pesepak bola. Tapi klub-klub Eropa punya departemen ilmu olahraga yang akan membantu mereka untuk mempersiapkan kondisi fisik mereka dalam segala keadaan. Riset dan aplikasi yang bagus dari tim ilmu olahraga akan memastikan performa pemain tetap optimal meski cuaca tidak bersahabat.

Baca:  Gelandang Unggulan FPL PanditFootball: Gameweek 20