Arsenal Bangun Serangan Dengan Baik, Liverpool Gagal Manfaatkan Peluang

Arsenal Bangun Serangan Dengan Baik, Liverpool Gagal Manfaatkan Peluang

Pemenang Piala FA Arsenal mengalahkan juara Liga Inggris Liverpool dalam pertandingan Community Shield yang digelar di Wembley, Sabtu (29/8) waktu setempat. Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit. The Gunners memang pantas merebut trofi setelah menang 5-4 dalam adu penalti.

Kedua tim tidak tampil dengan kekuatan penuh. Trent Alexander-Arnold dan Jordan Henderson belum siap untuk pertandingan ini. Sedangkan Arsenal tidak diperkuat oleh Alexandre Lacazette dan Nicolas Pepe. Jurgen Klopp menggunakan formasi 4-3-3 dengan trio lini depan yang lengkap. Di benteng lawan, Mikel Arteta menerapkan skema 3-4-3.

Dari benturan formasi di atas, terlihat bahwa Liverpool secara alami lebih banyak berada di sektor sayap. Gelandang, sayap belakang dan sayap belakang hanya akan bertemu dengan sayap belakang dan fullback Liverpool. Hal ini sering terjadi, terutama saat Arsenal membangun serangan dari bawah.

Proses gol cepat Pierre-Emerick Aubameyang adalah contoh terbaik. Sadio Mane bergerak menekan Rob Holding. Sedangkan Roberto Firmino dan James Milner menutup progres ke tengah. Jelas sekali bahwa Hector Bellerin memiliki ruangan yang sangat luas.

Pasalnya, Andy Robertson melebihi jumlah sayap. Ia tidak naik karena harus menjaga Bukayo Saka di dataran tinggi. Robertson hanya bangkit kembali setelah Bellerin mendapatkan bola. Bellerin mudah untuk memberikan umpan tinggi kepada Saka yang memanfaatkan ruang di belakang Robertson.

Saka menggerakan arah serangan dengan cepat ke kiri. Ainsley Maitland-Niles tampil underlap jadi Gini Wijnaldum tidak bisa membantu Neco Williams di sayap. Selain itu, gerakan Maitland-Niles memberikan ruang gerak tumpang tindih tengah belakang Kieran Tierney untuk menciptakan situasi 2v1. Auba mendapat jarak tembak dan dia mencetak gol.

<a href = "

Baca:  Super Bayern sebagai Mimpi Buruk Lyon